BELAJAR BERPIKIR DARI YESUS

Mengenal Pola Pikir Sang Guru Agung dalam Ajaran, Dialog dan Konfontrasi

Judul Buku: BELAJAR BERPIKIR DARI YESUS
Sub Judul: Mengenal Pola Pikir Sang Guru Agung dalam Ajaran, Dialog dan Konfontrasi
ISBN: 978-634-04-2843-8
Penulis: Dr. Zevrijn Boy Kanu, S.H., M.A.I.E., M.Th., M.Pd., M.H.
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 264 hlm.
Ukuran Buku: Unesco
Harga: Rp 0
Genre: agama

Sinopsis

Buku Belajar Berpikir dari Yesus merupakan sebuah studi reflektif dan analitis yang mengeksplorasi secara sistematis cara Yesus berpikir, mengajar, berdialog, serta menghadapi konfrontasi dalam berbagai konteks kehidupan. Di tengah krisis berpikir kritis dan kedangkalan reflektif di era informasi digital, buku ini hadir sebagai upaya teologis dan edukatif untuk mengajak pembaca—khususnya umat Kristen, mahasiswa teologi, pendidik, dan pelayan gereja—mengenal, memahami, dan meneladani pola pikir Sang Guru Agung, Yesus Kristus.
Melalui lima bagian utama, penulis menguraikan bahwa pola pikir Yesus tidak hanya bersumber dari kebijaksanaan insani, melainkan berakar pada keilahian-Nya sebagai Logos (Yoh. 1:1). Karakteristik pola pikir Yesus ditampilkan sebagai kritis, profetik, kontekstual, dialogis, dan senantiasa berlandaskan kasih dan kebenaran. Teknik retorika-Nya yang khas—melalui pertanyaan tajam, ironi, paradoks, serta penggunaan perumpamaan—menjadi metode berpikir dan mengajar yang transformatif.
Dalam bagian selanjutnya, buku ini menggambarkan bagaimana Yesus berpikir dalam konteks hukum, sosial, dan konflik. Ia tidak terpaku pada literalitas hukum, melainkan menekankan prinsip kasih sebagai hukum tertinggi. Dalam realitas sosial, Yesus menantang logika dunia dengan pembalikan nilai-nilai dan keberpihakan pada kaum marginal. Di tengah konflik, Ia menunjukkan keberanian, hikmat, serta strategi tanpa kekerasan yang menggugah kesadaran moral dan spiritual.
Bagian akhir buku ini mempertemukan pola pikir Yesus dengan tantangan zaman modern, seperti polarisasi berpikir, budaya instan, serta tekanan opini publik di era digital. Penulis mengajak gereja dan dunia pendidikan untuk mengadopsi cara Yesus mengajar—membangun akal budi dan hati secara utuh. Pada akhirnya, berpikir seperti Yesus adalah jalan menuju transformasi spiritual yang mendalam, dimulai dari pengenalan akan pribadi-Nya dan diwujudkan dalam iman reflektif yang hidup dan praksis.
Buku ini tidak hanya menawarkan wawasan teologis dan refleksi mendalam, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi siapa pun yang rindu mengalami pembaruan cara berpikir dalam terang Kristus, guna menjalani kehidupan yang relevan, bermakna, dan transformatif di tengah dunia yang kompleks.