Menyingkap Makna Larangan Gambar dan Patung dalam Al-Qur’an dan Hadis
| Judul Buku | : Seni Figuratif dalam Tafsir |
| Sub Judul | : Menyingkap Makna Larangan Gambar dan Patung dalam Al-Qur’an dan Hadis |
| ISBN | : 978-634-04-4654-8 |
| Penulis | : Wildan Akhmad Syauqi & Yeti Dahliana, S.Si., S.Th.I., M.Ag |
| Tahun Terbit | : 2025 |
| Jumlah Halaman | : 119 hlm. |
| Ukuran Buku | : A5 |
| Harga | : Rp 0 |
| Genre | : non-fiksi |
Buku Seni Figuratif dalam Tafsir karya Wildan Akhmad Syauqi dan Yeti Dahliana berangkat dari kegelisahan seorang seniman Muslim terhadap larangan menggambar makhluk hidup dalam Islam. Melalui perjalanan intelektual dan spiritual, penulis menelusuri ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang sering dijadikan dasar hukum, lalu mengkaji beragam pandangan ulama dari masa klasik hingga kontemporer. Buku ini menjadi upaya menemukan titik temu antara keyakinan religius dan kebutuhan manusia untuk mengekspresikan keindahan.
Dengan gaya penulisan yang reflektif dan ilmiah, penulis membedah aspek normatif, filosofis, dan teologis dari seni figuratif. Pembahasan diperkuat dengan analisis mendalam tentang konsep Al-Khaliq (Pencipta) dan Al-Mushawwir (Pemberi Rupa), serta bagaimana manusia sebagai makhluk kreatif dapat berkarya tanpa menandingi sifat Tuhan. Pandangan moderat dan kontekstual yang ditawarkan membuat buku ini relevan bagi seniman, akademisi, maupun pembaca umum.
Pada akhirnya, Seni Figuratif dalam Tafsir mengajak pembaca menemukan kembali “warna yang hilang” dalam kehidupan spiritual dan artistik. Buku ini menegaskan bahwa Islam tidak mematikan seni, melainkan menuntun agar setiap karya menjadi cerminan tauhid dan bentuk penghambaan kepada Allah. Seni, dalam pandangan penulis, adalah jembatan antara rasa dan iman—antara keindahan dan keberkahan.