FILSAFAT ILMU

Landasan, Paradigma, dan Penerapan dalam Ilmu Hukum

Judul Buku: FILSAFAT ILMU
Sub Judul: Landasan, Paradigma, dan Penerapan dalam Ilmu Hukum
ISBN: 978-634-04-5505-2
Penulis: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., M.M. dan Cindy Debora Nadapdap
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 484 hlm.
Ukuran Buku: Unesco
Harga: Rp 0
Genre: non-fiksi

Sinopsis

Mengapa manusia belajar? Apa hakikat ilmu pengetahuan? Dan apakah kebenaran selalu dapat diukur oleh logika semata?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi pintu masuk dalam buku Filsafat Ilmu karya St. Binton Nadapdap, S.Sos., M.M., seorang bankir senior yang menempuh perjalanan panjang hingga menjadi politisi dan akademisi hukum.
Buku ini mengajak pembaca menyelami dasar-dasar berpikir ilmiah melalui pendekatan yang hangat, membumi, dan reflektif. Di tengah kesibukan dunia modern yang serba praktis, penulis mengingatkan kita untuk tidak berhenti bertanya — karena filsafat bukan hanya tentang teori para pemikir besar, tetapi tentang bagaimana kita memahami hidup dan ilmu dengan hati dan nalar sekaligus.
Dari ruang kuliah hingga ruang keluarga, dari teori hukum hingga nilai kemanusiaan, penulis merangkai gagasan filsafat dengan pengalaman nyata. Ia berbagi refleksi dari diskusi-diskusi bersama anak-anaknya yang semuanya menempuh pendidikan hukum dan politik, menggambarkan bahwa belajar adalah perjalanan lintas generasi. Di sinilah pembaca akan menemukan bahwa filsafat tidak sekadar ilmu yang sulit dipahami, tetapi cara berpikir yang membebaskan dan menumbuhkan kebijaksanaan.
Buku ini juga menyajikan uraian menarik tentang konsep-konsep utama dalam filsafat ilmu — seperti epistemologi, ontologi, aksiologi, logika ilmiah, dan hubungan antara filsafat dan hukum — dalam bahasa yang sederhana dan aplikatif. Setiap bab menuntun pembaca untuk memahami bagaimana ilmu pengetahuan lahir, berkembang, dan digunakan dalam kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik.
Lebih dari sekadar buku akademik, Filsafat Ilmu adalah ajakan untuk merenung. Tentang pentingnya berpikir kritis di tengah banjir informasi, tentang makna moral dalam setiap kebijakan, dan tentang tanggung jawab manusia sebagai makhluk berakal yang terus mencari kebenaran.
Melalui gaya penulisan yang jernih dan reflektif, St. Binton Nadapdap berhasil menghadirkan filsafat sebagai sesuatu yang hidup, dekat, dan relevan. Buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa, dosen, peneliti, politisi, pengusaha, maupun masyarakat umum yang ingin menemukan kembali semangat berpikir dan belajar sepanjang hayat.
Karena pada akhirnya, seperti yang disampaikan penulis dalam buku ini:
“Belajar bukan sekadar untuk tahu, tetapi untuk menjadi manusia yang lebih bijak.”