GERAKAN PURITANISME ISLAM MUHAMMADIYAH

Judul Buku: GERAKAN PURITANISME ISLAM MUHAMMADIYAH
Sub Judul:
ISBN: Dalam Proses
Penulis: Hendrawansyah
Tahun Terbit: 2026
Jumlah Halaman: 179 hlm.
Ukuran Buku: Unesco
Harga: Rp 1
Genre: non-fiksi

Sinopsis

Buku "GERAKAN PURITANISME ISLAM MUHAMMADIYAH" akan membahas berkenaan dengan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang mengusung jargon “Islam Berkemajuan” merupakan manifestasi dari upaya kontekstualisasi ajaran Islam dengan realitas sosial. Sejak awal berdirinya hingga kini, dinamika paradigma teologi dan syari’ah Muhammadiyah menunjukkan konsistensinya sebagai gerakan puritanisme atau pembaruan, yakni sebuah ikhtiar epistemik yang menjadikan agama sebagai kerangka kerja gerakan dalam membumikan sekaligus mengaktualkan Islam di tengah kehidupan. Islam berkemajuan, dalam pandangan Muhammadiyah, tidak hanya berhenti sebagai doktrin normatif yang mengambang pada tataran wacana yang stagnan, melainkan terus dihidupkan melalui dialog kreatif antara ajaran agama, kesadaran kritis, dan orientasi praksis yang fungsional dalam kehidupan umat.
Dengan corak pemahaman demikian, Muhammadiyah tetap konsisten mengajak umat untuk memahami dan mengamalkan agama berdasarkan fondasi ajaran yang kokoh, maqbulah, dan memiliki legitimasi keilmuan yang kuat, sehingga keberagamaan umat tidak terjebak pada praktik-praktik yang lemah pijakan dalilnya ataupun bentuk penafsiran yang menjauh dari semangat autentik Islam. Seruan untuk berislam secara membumi menjadi penting, yakni supaya umat islam melepaskan cara pandang dan penafsiran keagamaan yang menghambat, bahkan mengebiri, keautentikan peran manusia sebagai makhluk yang menyandang amanah kekhalifahan. Predikat khalifah bukan sekadar simbol teologis semata, melainkan suatu mandat eksistensial untuk bergumul, berikhtiar, membangun, serta mengelola bumi sebagai warisan Tuhan dengan tanggung jawab moral dan spiritual.
Dalam lanskap pemahaman puritanisme Muhammadiyah inilah maka agama sejatinya merupakan spirit utama untuk membangkitkan energi, vitalisme inovatif yang mendorong lahirnya peradaban rabbani, yakni tata kehidupan yang berkemajuan, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan universal, sejalan dengan substansi ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.