Perspektif Pendidikan Agama Kristen
| Judul Buku | : Model-Model Pengajaran Perspektif Pendidikan Agama Kristen |
| Sub Judul | : Perspektif Pendidikan Agama Kristen |
| ISBN | : Sedang di proses |
| Penulis | : Dr. Zevrijn Boy Kanu, M.Pd. |
| Tahun Terbit | : 2026 |
| Jumlah Halaman | : 200 hlm. |
| Ukuran Buku | : Unesco |
| Harga | : Rp 0 |
| Genre | : buku-ajar |
MODEL-MODEL PENGAJARAN: Perspektif Pendidikan Agama Kristen, Volume 1 karya Dr. Zevrijn Boy Kanu merupakan sebuah kajian akademik yang membahas hakikat, landasan, serta implementasi model-model pengajaran dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen (PAK). Buku ini disusun sebagai upaya untuk menghadirkan pemahaman yang komprehensif mengenai pengajaran Kristen yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada transformasi iman, karakter, dan kehidupan peserta didik secara holistik.
Pembahasan diawali dengan kajian mengenai hakikat pengajaran dalam perspektif Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Pengajaran dipahami sebagai proses pewarisan iman, pembentukan karakter, dan sarana transformasi hidup yang berpusat pada Allah. Dalam konteks Perjanjian Lama, buku ini menyoroti konsep Shema sebagai dasar pendidikan iman dalam keluarga dan komunitas umat Allah, sedangkan dalam Perjanjian Baru dibahas figur Yesus Kristus sebagai Guru Agung yang menggunakan metode pengajaran reflektif, dialogis, dan kontekstual. Amanat Agung juga dianalisis sebagai mandat pedagogis yang menegaskan bahwa pengajaran Kristen merupakan proses pemuridan yang berkelanjutan.
Selanjutnya, buku ini menguraikan landasan filosofis dan teologis model pengajaran. Berbagai aliran filsafat pendidikan seperti perennialisme, esensialisme, progresivisme, dan rekonstruksionisme dibahas secara kritis dalam kaitannya dengan Pendidikan Agama Kristen. Pada bagian teologis, konsep Imago Dei, inkarnasi Kristus, dan karya Roh Kudus dipaparkan sebagai dasar utama dalam memahami peserta didik, proses pembelajaran, dan tujuan pendidikan Kristen. Dengan demikian, pendidikan dipandang sebagai sarana pembentukan karakter Kristiani, integrasi iman dan ilmu, serta transformasi pribadi dan sosial.