RUMAH DOA Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica)

Tahta Kemuliaan Allah Tritunggal dalam Ecclesia Domestica : Tempat Janji Firman Digenapi

Judul Buku: RUMAH DOA Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica)
Sub Judul: Tahta Kemuliaan Allah Tritunggal dalam Ecclesia Domestica : Tempat Janji Firman Digenapi
ISBN: Dalam Proses
Penulis: Agustinus Kastanya
Tahun Terbit: 2026
Jumlah Halaman: 372 hlm.
Ukuran Buku: Unesco
Harga: Rp 1
Genre: non-fiksi

Sinopsis

TAHTA KEMULIAAN ALLAH TRITUNGGAL DALAM ECCLESIA DOMESTICA:
TEMPAT JANJI FIRMAN DIGENAPI
Ecclesia Domestica merupakan rancangan ilahi yang menetapkan rumah sebagai takhta manifestasi kemuliaan Allah. Rumah bukan sekadar bangunan fisik tempat manusia tinggal dan berlindung, melainkan ruang kudus yang sejak semula dirancang Allah untuk menyatakan hadirat, kuasa, dan eksistensi-Nya secara nyata. Ketika mezbah doa ditegakkan di dalam keluarga, rumah mengalami transformasi rohani yang radikal dan menjadi Ecclesia Domestica—Gereja Rumah Tangga yang hidup. Sebagai kelanjutan dari mahakarya rohani Seri Rumah Doa yang kini memasuki Seri 401 hingga 500, jilid kelima ini mengundang umat Tuhan memasuki sebuah migrasi spiritual yang mendalam: bergerak dari kehidupan kekristenan yang biasa menuju pengalaman akan kehadiran Allah yang spektakuler, hidup, dan transformatif di dalam keluarga.
Tahta Allah Tritunggal dinyatakan secara nyata di tengah keluarga melalui karya Roh Kudus yang aktif dan berkuasa. Buku ini menyingkapkan sebuah kebenaran fundamental bahwa pasca-kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga, umat percaya tidak pernah dibiarkan berjalan sendiri. Peristiwa Pentakosta membuka era baru pencurahan kuasa supranatural yang tersedia bagi setiap orang percaya. Roh Kudus bukan sekadar Pribadi ilahi yang menghibur secara pasif, melainkan Penggerak Agung yang bekerja aktif, memimpin kehidupan manusia dengan hikmat surgawi dalam setiap musim kehidupan. Melalui kuasa Pentakosta yang dahsyat, Ecclesia Domestica diurapi untuk mengalami transformasi total—mematahkan setiap belenggu, meruntuhkan setiap benteng kegelapan, dan memancarkan suara profetis yang penuh otoritas di tengah dunia yang semakin kehilangan arah.