| Judul Buku | : Duduk Untuk Belajar, Berdiri Untuk Mengabdi |
| Sub Judul | : |
| ISBN | : Dalam Proses |
| Penulis | : Lalu Zibni Kadir Sahri Putra |
| Tahun Terbit | : 2026 |
| Jumlah Halaman | : 77 hlm. |
| Ukuran Buku | : A5 |
| Harga | : Rp 0 |
| Genre | : non-fiksi |
Ada perjalanan yang tidak dimulai dengan kemewahan, tetapi dengan doa. Ada cita-cita yang tidak tumbuh dari kelapangan, melainkan dari keterbatasan. Ada pula seseorang yang melangkah menuju masa depan bukan karena hidupnya telah selesai dengan segala persoalan, melainkan karena ia percaya bahwa ilmu dapat menjadi jalan untuk memperbaiki kehidupan.
Perjalanan dari santri, menuju pengabdian, hingga akhirnya kembali duduk di bangku perkuliahan bukanlah sekadar perpindahan tempat. Ia adalah perjalanan membentuk diri. Dari seorang yang belajar menaati aturan, menjadi seseorang yang belajar memikul tanggung jawab. Dari seseorang yang menerima nasihat, menjadi seseorang yang berusaha memberikan manfaat. Dari seorang santri yang terbiasa duduk di hadapan guru, menjadi insan yang memahami bahwa suatu hari ia harus berdiri untuk melayani umat.
Buku ini lahir dari pengalaman hidup penulis dalam menuntut ilmu dan menjalani pengabdian. Kehidupan pesantren mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, keikhlasan, serta penghormatan kepada guru. Sementara itu, masa pengabdian menjadi ruang untuk menerapkan ilmu sekaligus membentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.
Keputusan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya memperluas pengetahuan dan mengembangkan diri. Perjalanan ini mengajarkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus belajar dan memperjuangkan cita-cita.
Filosofi “Duduk untuk Belajar, Berdiri untuk Mengabdi” mencerminkan hubungan antara kerendahan hati dalam menerima ilmu dan tanggung jawab untuk mengamalkannya. Pendidikan bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan proses membentuk pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.