Materi Dakwah Ramadhan dalam Meraih Keberkahan dan Mewujudkan Insan Bertakwa
| Judul Buku | : Kurikulum Ramadhan |
| Sub Judul | : Materi Dakwah Ramadhan dalam Meraih Keberkahan dan Mewujudkan Insan Bertakwa |
| ISBN | : Dalam Proses |
| Penulis | : Assoc. Prof. Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I | H. Muhammad Fadhli Sudiro, SH., MH | Dr. H. Safria Andy, S. Ag, MA | Dr. H. Muhammad Basri, MA | Ali Sukri Harahap, M.TH | Dr. Zamiat Subari, M.Pd | Alexander Zulkarnaen, M.Pd H. | Junaedi Husda S.Ag, MM | Dr. Hendra Kurniawan, M.Pd | Dr. Gumarpi Rahis Pasaribu, M.Pd. |
| Tahun Terbit | : 2026 |
| Jumlah Halaman | : 192 hlm. |
| Ukuran Buku | : A5 |
| Harga | : Rp 0 |
| Genre | : agama |
Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum pendidikan yang membentuk manusia secara utuh. Kurikulum Ramadhan menghadirkan rangkaian materi dakwah yang memandang bulan suci sebagai madrasah ruhani, sosial, dan intelektual. Pembahasannya dimulai dari kedekatan dengan Al-Qur’an, pembentukan akhlak dan ketakwaan, upaya meraih rahmat Allah, hingga pemaknaan Ramadhan sebagai proses pendidikan yang mampu menyentuh hati, mencerahkan akal, dan menggerakkan amal.
Berbagai tulisan dalam buku ini mengajak pembaca memahami bahwa keberhasilan Ramadhan tidak berhenti pada banyaknya ibadah yang dilakukan. Ramadhan diarahkan untuk menghasilkan ketakwaan personal dan sosial, menumbuhkan rasa syukur, melatih keikhlasan dan pengendalian diri, memperkuat empati, serta membuka jalan menuju ampunan Allah. Spirit tersebut kemudian diarahkan agar tetap hidup setelah Idul Fitri melalui istiqamah dan keberlanjutan amal sepanjang tahun.
Lebih jauh, buku ini menempatkan Ramadhan sebagai kurikulum ilahiyah yang berlandaskan wahyu dan berorientasi pada pembentukan karakter serta spiritualitas. Pembahasan mengenai sholat, doa, ikhtiar, dan tawakkal melengkapi perjalanan tersebut dengan menegaskan pentingnya ketergantungan kepada Allah tanpa meninggalkan usaha dan tanggung jawab manusia. Dengan cakupan materi yang beragam, buku ini menjadi bahan dakwah dan refleksi untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik perubahan menuju pribadi bertaqwa serta kehidupan yang lebih baik, tidak hanya selama bulan suci tetapi juga sesudahnya.