NOVUM

Judul Buku: NOVUM
Sub Judul:
ISBN: 978-634-04-6485-6
Penulis: Kurniawan Tri Wibowo
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 152 hlm.
Ukuran Buku: A5
Harga: Rp 0
Genre: fiksi

Sinopsis

Donny Ratanca adalah pengacara perceraian paling terkenal di Batavia—jenius hukum yang mampu memenangkan perkara apa pun dengan kecerdikan, jaringan, dan naluri tajam membaca karakter manusia. Ia hidup dari kehancuran rumah tangga orang lain, dan di balik setelan mahal serta kecakapannya berargumentasi, Donny menyimpan sisi gelap: kesombongan halus, ambisi tak terbatas, dan celah moral yang semakin hari semakin melebar.
Segalanya berubah ketika ia menangani kasus perceraian Putri Dyah Wiyati, perempuan cantik, cerdas, penuh luka, sekaligus anak perempuan Wakil Presiden. Putri bukan sekadar klien; ia badai yang perlahan menyeret Donny ke dalam pusaran berbahaya. Hubungan profesional mereka kabur, melewati batas yang seharusnya dijaga oleh kode etik. Putri memanipulasi narasi, mengendalikan simpati publik, dan pada saat yang sama menjerat Donny dalam hubungan emosional dan fisik yang rapuh namun memabukkan.
Donny tahu Putri menyembunyikan banyak rahasia, tetapi ia tetap terikat—oleh daya tarik, rasa kasihan, dan kelalaian. Hingga suatu malam ia diundang ke rumah Putri. Setibanya di sana, ia mendapati perempuan itu tewas bersimbah darah, sementara pintu terbuka, ponsel hilang, dan bukti-bukti seolah sengaja menunggunya.
Saat polisi datang terlalu cepat, Donny langsung diborgol sebagai tersangka utama.
Dari kursi interogasi yang dingin, Donny menyadari dirinya diposisikan sebagai pelaku: sidik jari di meja, rekaman CCTV, suara teriakan dari tetangga, sampai hubungan rahasia dengan Putri—semua diarahkan untuk menjeratnya. Reputasi yang ia bangun puluhan tahun runtuh dalam sekejap ketika media menelannya hidup-hidup.
Sementara itu, Alex Kudamerta—suami Putri—muncul sebagai “suami berduka”, menggelar konferensi pers yang memutarbalikkan fakta, menyerang Donny dengan narasi perselingkuhan, dan bekerja diam-diam dengan aparat untuk memperkuat tuntutan.
Di sisi lain, Dyah Menur, istri sah Donny, terpecah antara luka pengkhianatan dan naluri membela. Ia menemukan kejanggalan demi kejanggalan—dari hilangnya ponsel Putri, kebohongan di balik rekam medisnya, hingga motif tersembunyi orang-orang yang tampak ingin mengubur kebenaran bersama tubuh Putri.
Terjebak dalam permainan politik, dendam pribadi, manipulasi media, dan skenario pembunuhan yang rapi, Donny harus berjuang membuktikan bahwa ia bukan pembunuh—bahkan ketika semua bukti menuding dirinya.
Namun semakin digali, semakin jelas bahwa kematian Putri bukan tragedi cinta, melainkan bagian dari permainan kekuasaan yang jauh lebih besar. Donny tidak hanya mempertaruhkan profesi dan martabatnya, tetapi juga hidupnya.
Dalam dunia di mana narasi adalah senjata, kebenaran tidak lagi berdiri di ruang sidang—tetapi dikubur di balik kepentingan, rahasia, dan darah.
Dan Donny Ratanca?
Ia harus memutuskan apakah akan melawan…
atau tenggelam.