Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica) Memperkuat Spiritualitas Umat Dari Mezbah Keluarga
| Judul Buku | : Rumah Doa |
| Sub Judul | : Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica) Memperkuat Spiritualitas Umat Dari Mezbah Keluarga |
| ISBN | : Dalam Proses |
| Penulis | : Agustinus Kastanya |
| Tahun Terbit | : 2026 |
| Jumlah Halaman | : 292 hlm. |
| Ukuran Buku | : Unesco |
| Harga | : Rp 0 |
| Genre | : non-fiksi |
RUMAH DOA: ECCLESIA DOMESTICA
Karya ini tidak dimaksudkan sebagai titik awal yang baru, melainkan sebagai kesinambungan dari sebuah kesetiaan yang telah ditempa oleh waktu. Sebagai Buku ini kembali merangkai benang-benang doa yang perjalanannya telah dimulai sejak tahun 2011.
Selama kurang lebih lima belas tahun, Jemaat GPM Rumahtiga bergumul secara konsisten untuk menghidupkan praktik Rumah Doa. Namun demikian, disadari bahwa berbagai kendala implementatif kerap muncul ketika Rumah Doa direduksi sekadar sebagai rutinitas liturgis, bukan sebagai perjumpaan rohani yang memberi kehidupan. Dalam konteks menuju 100 tahun GPM, buku perenungan ini hadir sebagai jawaban yang bersifat strategis sekaligus operasional guna membumikan konsep Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga) di 772 jemaat, yang tersebar dari pulau-pulau kecil hingga wilayah terpencil di Maluku dan Maluku Utara.
Mengapa Perenungan Seri 201–300 ini memiliki urgensi yang tinggi?
• Intimasi dengan Roh Kudus: Rangkaian perenungan dalam seri ini disusun secara terarah dan mendalam untuk menuntun keluarga tidak hanya melakukan doa secara verbal, tetapi juga menumbuhkan kepekaan rohani terhadap tuntunan Roh Kudus. Rumah Doa, tanpa kehadiran Roh Kudus, berpotensi menjadi tradisi kosong; sebaliknya, bersama Roh Kudus, Rumah Doa bertransformasi menjadi pusat pembentukan karakter Kristus.
• Transformasi dari Pejabat menjadi Pelayan: Buku ini berfungsi sebagai seruan reflektif bagi para Pendeta dan Majelis Jemaat untuk melakukan perubahan paradigma. Karakter “pejabat” yang cenderung birokratis perlu ditanggalkan, digantikan dengan identitas “pelayan” yang hadir secara nyata di sektor dan unit, demi memastikan setiap rumah tangga sungguh menjadi ruang perjumpaan dengan Allah.
• Spiritualitas Misioner: Buah dari ketekunan dalam praktik Rumah Doa adalah lahirnya umat yang memiliki kesadaran misioner. Keluarga-keluarga yang setia menjalani Perenungan Seri 201–300 akan digerakkan oleh Roh Kudus untuk tidak berhenti pada keselamatan personal, melainkan menjadi saksi Injil yang hidup dalam pelaksanaan Amanat Agung di tengah dinamika dan tantangan zaman.
Masa depan GPM terletak pada penghayatan Ecclesia Domestica. Melalui panduan strategis yang ditawarkan dalam Buku ke-3 ini, berbagai hambatan masa lalu direkonstruksi menjadi sumber kekuatan. Setiap perenungan dalam Seri 201–300 diposisikan sebagai langkah konkret menuju gereja yang mandiri, berkarakter, dan berorientasi misioner. Kiranya melalui buku ini, Roh Kudus menyalakan kembali api di setiap mezbah keluarga, sebab dari sanalah masa depan Gereja Protestan Maluku sedang dibentuk dalam kemahakuasaan Allah.